Ketika kita
mendengar kata Jogja ada satu nama makanan yang selalu menyertainya, yaitu
gudeg. Gudeg telah menjadi salah satu ikon utama wisata kuliner di kota Jogja.
Gudeg merupakan masakan khas jawa berbahan dasar nangka dengan rasa dominan
manis. Ada tiga jenis gudeg olahan yang dapat dinikmati oleh para wisatawan
yaitu Gudeg kering, Gudeg Basah dan Gudeg Manggar.
Gudeg kering
dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih
kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam
atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es sehingga banyak diburu
orang sebagai oleh-oleh.
Sedangkan Gudeg
basah adalah gudeg berkuah dengan kombinasi sambal goreng dan krecek, gudeg
basah biasanya dinikmati langsung di tempat, karena gudeg ini tidak bisa
disimpan dalam waktu yang lama.
Gudeg manggar
adalah gudeg yang paling di buru karena persediaan manggar yang semakin
terbatas. Manggar alias bunga kelapa menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri
pada sajian kuliner ini. Bunganya terasa crunchy sementara tangkainya
sekilas memiliki rasa mirip jamur tiram.
Salah satu
sentra kuliner gudeg di Jogja ada di kawasan Jalan Wijilan, disepanjang jalan
ini kita bisa menjumpai sekitar 17 warung gudeg dengan rasa yang membuat lidah
anda ketagihan. Wijilan berada tidak jauh dari kompleks Kraton Yogyakarta dan
dapat dicapai dengan 10 menit berjalan kaki atau dengan naik becak.
Diawali oleh Bu Slamet yang mulai berjualan
sejak tahun 1946. Anda bisa memilih gudeg sesuai dengan selera. Salah satunya Gudeg Yu Djum ,yang
menyajikan gudeg kering dengan rasa manis khas masakan Jogja. Kreceknya
diiris kecil kemudian dimasak menjadi sambal goreng kering berwarna kekuningan.
Jika menginginkan gudeg yang tidak terlalu manis, Anda bisa bertandang ke Gudeg
Bu Slamet .Rata-rata warung gudeg di Wijilan buka dari jam 5.30 pagi hingga jam
8 malam, kecuali Gudeg Bu Tarto yang buka 24 jam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar