Mungkin bagi
anda yang mendengar nama dari warung ini anda akan mengira bahwa warung bakmi
ini menyediakan masakan bakmi khas Jepang, sebenarnya warung bakmi ini
didirikan oleh orang asli Jogja sekitar 25 tahun yang lalu. Warung bakmi yang
terletak di Jalan Bantul ini berjarak kurang lebih 2 kilometer selatan pusat
kota Jogja. Asal muasal nama Shibitsu sebenarnya adalah “Bakmi Bisu” ada dua hal yang bisa menguatkan alasan orang menyebutnya sebagai bakmi bisu yang pertama pelayan di warung ini adalah seorang tunarungu sedangkan asisten masak yang bertugas mengipasi arang di anglo tempat masak bakmi sama sekali tak pernah berbicara ( membisu ) selama ia melakukan pekerjaannya sebagai pengipas anglo.
Alasan yang
kedua adalah karena kelezatan dari bakmi shibitsu ini mampu membuat para tamu
yang melahapnya sampai tak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan kelezatannya.
Dan yang menjadi menu andalan dari yang banyak dipesan adalah menu bakmi
gorengnya yang dahsyat. Bakmi goreng di warung Shibitsu terlihat hampir sama
dengan bakmi-bakmi goreng lainnya, tapi kalau kita perhatikan secara seksama
bakmi goreng yang terdiri dari bihun ( mie putih ) dan mie kuning ini terlihat
lebih terang karena tidak terlalu banyak menggunkan kecap. Selain itu tebaran
potongan-potongan kecil daging ayam membuat sensasi kelezatan bakmi Shibitsu
semakin benar-benar membuat kita membisu untuk menggambarkan kelezatannya.
Perpaduan
harmonis dilanjut dengan hadirnya wedhang teh gula batu yang wagitel, bakmi
goreng dan wedang teh benar-benar saling melengkapi dengan kelebihannya
masing-masing. Yang terus membawa kita pada sensasi yang tak terlupakan akan
kelezatan rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar